Hampir setiap hari mulai dari awal tahun, hujan turun dengan tak jemu. Mengingatkan kita pada masa lalu yang mungkin sendu, atau mungkin bahagia. Saya pribadi kalo hujan turun bawaannya mau menghayal dan terus menghayal, padahal seharusnya kalo hujan turun asiknya tidur, hwewheweewe. Saya ingat satu peristiwa yang terjadi waktu hujan. Dimana saya masih di sekolah menengah pertama, dan masih unyu-unyunya, hahaha. Waktu itu saya masih pacaran dengan teman sekelas, anaknya cuek dan tomboy. Tapi yang namanya perempuan tetap saja perempuan. Sensitif dan super peka. Suatu hari dia mengajak saya ke pantai, padahal waktu itu hujan belum reda dan masih bisa membuat basah seperti disiram air seember kalo berdiri selama beberapa menit saja. Karena saya pacar yang baik, hehehe, dengan agak terpaksa saya meladeni ajakannya yang agak aneh itu.
Pergilah kami ke pinggir pantai yang jaraknya lumayan dekat dari sekolah. Dengan berbekal payung yang kecil, kami berjalan dari ujung ke ujung. Selama berjalan dia selalu bilang kalau dia suka laut tak peduli cuaca panas atau hujan seperti saat itu. Katanya kalo liat laut, perasaanya tenang. Alasan lainnya karena laut warnanya biru (saya jadi mikir, kalo laut warnanya hitam, dia masih suka atau tidak). Saya tidak terlalu begitu ingat kata-katanya waktu itu, karena pandangan dan pikiran saya tertuju pada beberapa orang di pinggir jalan yang melihat kami dengan heran, hahaha. Tapi yang saya sadari waktu itu adalah, ketika kita suka pada suatu hal, tidak peduli pandangan dan tanggapan orang lain, dan saya kagum dengan pacar saya waktu itu, karena dia menerapkannya, hahahha. Maaf kalau cerita saya membosankan. hehehe....
Kamis, 21 Februari 2013
Kamis, 26 April 2012
Bau sehabis hujan
Mungkin bukan cuman saya yang suka bau sehabis hujan. Bau aspal yang basah, bau halaman rumah yang basah, bau sepatu yang basah... oke, yang terakhir mungkin cuman saya yang suka. (kadang-kadang :p). Hanya beberapa detik mata terpejam (atau tidak) kita bisa menghirup bau yang mungkin tak biasa kita hirup di kota yang penuh dengan asap kendaraan dan asap sampah yang dibakar didepan rumah.
Walaupun hanya sebentar, bau itu bisa membuat saya semangat lagi. Hal-hal yang sekecil itu bisa membuat saya tersenyum dan membuat sedikit berpikir jernih. Yahh.. memang sekarang saya sedang dipusingkan oleh pembuatan Proposal (skripsi) hhhaa.. jadi hal-hal sekecil apapun terasa berarti. Mulai memikirkan hal-hal yang kecil yang bisa kita berpikir jernih lagi adalah "tema" beberapa bulan kedepan. Seperti yang sudah sy jelaskan di 'post' sebelumnya. hmmmm... semoga bisa saya lewati, amin #tsahh
Senin, 23 April 2012
sesuatu yang kecil
entahlah..tapi hal-hal kecil yang mungkin terlewatkan oleh pikiran,perbuatan dan tingkah laku kita itu sebenarnya adalah sebuah anak tangga yang kita lewati. Kita selalu ingin cepat sampai dengan menaiki tangga dengan melewati satu atau dua anak tangga, tapi kadang kita terpeleset dan terjatuh...ah, perumpamaan yang bodoh. Tapi benar kan? hahaha.. akhir-akhir ini mulai memikirkan hal-hal kecil yang pernah terlewati, seperti tidak terlalu memperhatikan perkataan oang atau topik pembicaraan yang sedang dibicarakan hanya karena orang itu tidak terlalu menarik atau tidak terlalu penting bahkan tidak ada pengaruhnya jika kita mendengar kata-kata mereka hanya karena kita tidak terlalu membutuhkan bantuan mereka di kemudian hari. Benar tidak? hmmm, mungkin ada yang tidak setuju tapi saya yakin kita pernah melakukannya.. sering mungkin? pada akhirnya, ketika mereka membantu kita dalam suatu hal, kita akan sedikit memberikan perhatian, dan akan berpikir dan merasa sedikit bersalah.. hahaha.. hidup. Jadi, sepertinya sekarang saya akan benar-benar memperhatikan jika ada yang berbicara... hahhaa #sinting
Jumat, 13 April 2012
larut malam
Sepertinya beberapa hari ini saya tidur terlalu larut. Mungkin karena banyak pikiran. Saya pernah dengan spontan berkata "tidur itu sebenarnya buang-buang waktu, banyak yang bisa dilakukan jika kita tidak tidur" dan entah mengapa saya selalu mengingat kata-kata bodoh itu di kepala ini terus menerus. Padahal itu hanya ucapan spontan yang saya katakan kepada ibu saya. Tapi sekarang saya sadar, bahwa terjaga atau tidak tidur itu yang buang-buang waktu, kenapa? karena kita telah membuang waktu untuk menjaga badan dan otak kita. Kita selalu memaksa mereka untuk memenuhi hasrat atau keinginan yang sebenarnya tidak apa-apa jika tidak dilakukan. atau bahkan sesuatu yang tidak berguna. Walaupun begitu saya tetap tidur larut. Yahh..kadang-kadang kita menjadi bijak dengan merubah pola pikir hanya karena ingin diperhatikan orang, atau hanya ingin merasakan sesuatu yang beda. tapi sudahlah.. pasti ada saat saya bisa berubah.. hahahahaa #apasih
Langganan:
Postingan (Atom)